Studi Kasus

Memperkuat Pengelolaan Sampah di Pura Besakih Melalui TPS Basaki Lestari dan Mesin Wedoo

Pura Besakih logo

Pura Besakih, kompleks pura terbesar dan paling suci di Bali, menerima ribuan umat dan wisatawan setiap hari. Arus pengunjung yang terus-menerus ini menghasilkan jumlah sampah harian yang signifikan, terutama dari persembahan ritual yang dikenal sebagai canang dan banten. Persembahan ini sebagian besar bersifat organik, terbuat dari daun kelapa, bunga, buah, dan makanan. Namun, banyak persembahan juga mengandung permen kecil berbungkus, yang menyebabkan kontaminasi non-organik ke dalam aliran sampah organik.

Gambar

Kondisi Sebelum Perbaikan

Selama beberapa tahun, sistem pengelolaan sampah di sekitar kawasan Besakih kesulitan menangani volume sampah yang dihasilkan selama upacara harian dan acara keagamaan besar. Saat fasilitas TPS3R setempat kewalahan atau tidak berfungsi dengan baik, sampah campuran diangkut atau terdorong ke jurang dan tebing di belakang kompleks pura.

Gambar

Sejumlah media Indonesia mendokumentasikan kondisi ini, menyoroti bagaimana sampah menumpuk di area sakral dan di sepanjang tepi tebing yang curam:

Laporan-laporan ini dengan jelas menunjukkan adanya persoalan sistemik: volume sampah yang tinggi, kapasitas pemilahan yang terbatas, dan kurangnya alat pengolahan yang memadai.

TPS Basaki Lestari: Membangun Sistem yang Lebih Fungsional

Untuk menjawab tantangan ini, fasilitas pengelolaan sampah berbasis komunitas bernama TPS Basaki Lestari mulai meningkatkan operasionalnya. Fasilitas ini melayani kawasan Pura Besakih dan berfokus pada pengelolaan sampah yang dihasilkan dari aktivitas pura serta komunitas di sekitarnya.

Sebagai bagian dari upaya ini, TPS Basaki Lestari berinvestasi pada beberapa Mesin yang dipasok oleh Wedoo, yang dirancang khusus untuk mendukung pengolahan sampah organik dalam skala besar:

  • Dua conveyor sortir datar (masing-masing sekitar 4 meter panjangnya dan 60 cm lebarnya)
  • Penghancur sampah organik
  • Mesin ayak sampah organik (screening machine)
  • Pelletizer sampah organik

Tujuannya bukan hanya untuk mengurangi volume sampah, tetapi juga untuk memulihkan nilai dari material organik yang seharusnya terbuang.

Memahami Aliran Sampah di Pura Besakih

Berdasarkan pengamatan harian di TPS Basaki Lestari:

  • Sekitar 80 persen sampah yang dihasilkan bersifat organik.
  • Sekitar 20 persen terdiri dari kontaminasi non-organik, terutama pembungkus permen yang tersembunyi di dalam persembahan.
  • Kontaminasi ini berukuran kecil, ringan, dan sulit dideteksi tanpa infrastruktur pemilahan yang memadai.

Pemilahan manual di lantai kerja lambat, melelahkan secara fisik, dan hasilnya tidak konsisten. Karena itu, bantuan mekanis memegang peran penting untuk memastikan pemisahan yang bersih sejak awal proses pengelolaan sampah.

Peran Mesin Wedoo dalam Proses Pengelolaan Sampah

Conveyor Sortir: Memungkinkan Pemisahan yang Akurat

Gambar

TPS Basaki Lestari menggunakan dua conveyor datar Wedoo sebagai langkah pertama dalam memproses sampah yang masuk. Conveyor ini mengangkat sampah ke ketinggian kerja yang ergonomis dan menciptakan alur pemilahan yang berkelanjutan.

Conveyor ini memungkinkan pekerja untuk:

  • Mengidentifikasi dan menyingkirkan pembungkus permen yang tercampur di dalam persembahan organik
  • Memilah sampah dengan lebih akurat dan konsisten
  • Bekerja lebih efisien dengan beban fisik yang lebih ringan
  • Mencegah kontaminasi plastik masuk ke mesin berikutnya

Tahap ini sangat penting. Pemisahan yang tepat pada tahap conveyor menentukan apakah material organik dapat dikomposkan atau dipelletisasi dengan berhasil.

Penghancur Sampah Organik: Mengecilkan Ukuran dan Meningkatkan Efisiensi

Gambar

Setelah dipilah, sampah organik yang bersih masuk ke penghancur organik Wedoo. Mesin ini mencacah daun, bunga, sisa buah, dan serat kelapa menjadi potongan yang lebih kecil dan seragam.

Proses penghancuran:

  • Mengurangi volume sampah secara signifikan
  • Memperbaiki distribusi kelembapan
  • Mempercepat aktivitas mikroba selama pengomposan
  • Menyiapkan material untuk proses penyaringan dan pelletisasi

Ukuran partikel yang lebih kecil memungkinkan bakteri aerob mengurai material organik dengan lebih efisien, sehingga proses menjadi lebih cepat dan hasilnya lebih berkualitas.

Mesin Ayak / Screening: Memastikan Hasil yang Seragam

Gambar

Material yang telah dihancurkan kemudian dimasukkan ke mesin ayak organik. Proses screening ini memisahkan partikel berdasarkan ukuran dan memastikan hasil yang konsisten.

Mesin ayak:

  • Memisahkan material organik yang halus dan yang kasar
  • Mengembalikan partikel berukuran terlalu besar untuk dihancurkan ulang
  • Menangkap sisa fragmen non-organik yang masih tertinggal

Ukuran partikel yang seragam sangat penting untuk menghasilkan kompos yang stabil dan pelet berkualitas tinggi.

Pelletizer Sampah Organik: Mengubah Sampah Menjadi Nilai

Gambar

Setelah disaring, material organik dimasukkan ke pelletizer Wedoo. Melalui tekanan dan panas yang terkontrol, mesin ini memadatkan material menjadi pelet yang rapat.

Pelet ini dapat:

  • Digunakan sebagai pakan tambahan untuk ternak seperti babi, sapi, dan ayam
  • Dimanfaatkan sebagai bahan bakar biomassa
  • Disimpan dan diangkut lebih mudah dibandingkan kompos curah

Pelletisasi merupakan jalur pemulihan bernilai tinggi yang mengubah sampah organik menjadi produk yang stabil dan dapat digunakan.

Mengapa Alat yang Tepat Penting dalam Pengelolaan Sampah

Banyak sistem pengelolaan sampah gagal bukan karena niat yang buruk, tetapi karena tidak memiliki alat yang tepat. Tanpa conveyor, penghancur, mesin penyaring, dan pelletizer, sampah organik akan tetap terkontaminasi dan tidak dapat dimanfaatkan.

Mesin Wedoo memungkinkan TPS Basaki Lestari untuk:

  • Meningkatkan akurasi pemilahan
  • Meningkatkan keselamatan dan efisiensi pekerja
  • Mengambil kembali nilai dari sampah organik
  • Mengurangi ketergantungan pada TPA dan jurang
  • Membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih sirkular

Teknologi mengubah sampah dari beban menjadi sumber daya.

Upaya Keberlanjutan di Pura Besakih

Seiring dengan perbaikan di TPS Basaki Lestari, sejumlah inisiatif keberlanjutan telah diterapkan di Pura Besakih:

Inisiatif-inisiatif ini bertujuan mengurangi timbulan sampah sekaligus memperbaiki cara penanganannya setelah dihasilkan.

Ada laporan informal yang menyebutkan bahwa kompos yang dihasilkan di wilayah Besakih dibagikan kepada petani lokal. Namun, saat ini belum ada dokumentasi yang terverifikasi secara publik yang mengonfirmasi distribusi kompos secara konsisten, khususnya dari TPS Basaki Lestari.

Dengan dokumentasi yang memadai di masa depan, hal ini dapat menjadi perluasan penting dari ekonomi sirkular yang dibangun oleh fasilitas tersebut.

Tantangan sampah di sekitar Pura Besakih menunjukkan pentingnya memadukan tradisi budaya dengan solusi pengelolaan sampah modern. Melalui TPS Basaki Lestari dan integrasi conveyor pemilah, crusher, siever, dan pelletizer dari Wedoo, sampah organik dari pura dapat diolah secara efektif alih-alih dibuang ke jurang.

Kasus ini menunjukkan bagaimana alat yang tepat memungkinkan komunitas menjaga lingkungan suci, mengambil kembali nilai dari sampah, dan bergerak menuju sistem yang lebih bersih dan berkelanjutan yang dapat diterapkan di situs budaya dan धार्मिक lainnya di seluruh Indonesia dan seterusnya.

Mesin yang Digunakan

Mesin yang digunakan dalam studi kasus ini.

Lihat semua mesin
Chat